MUARA TEWEH, Kalteng.co-Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, menegaskan pentingnya komitmen nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara dalam mendukung lembaga pendidikan inklusif.
Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap keberadaan PAUD Setia, sebuah wadah pendidikan dan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Hj. Nety Herawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara di ruang rapat gedung DPRD setempat pada Selasa (7/4/2026).
Sediakan Layanan Terapi dan Pendidikan Usia Dini
Menurut Hj. Nety Herawati, keberadaan sekolah khusus seperti PAUD Setia memiliki peran krusial dalam membantu tumbuh kembang anak-anak yang memerlukan penanganan ekstra. Lembaga ini tidak hanya memberikan pendampingan belajar, tetapi juga menjadi pusat terapi lanjutan bagi anak usia 4 bulan hingga 12 tahun.
“Banyak anak kita yang memerlukan terapi dan pembelajaran khusus. Tempat ini sekaligus menjadi terapi bagi anak dengan berbagai kondisi sejak usia 4 bulan hingga 12 tahun,” ungkap Hj. Nety Herawati di hadapan jajaran Dinas Pendidikan.
PAUD Setia sendiri tercatat secara aktif mendampingi anak-anak dengan beragam kriteria kebutuhan khusus, meliputi:
-
Keterlambatan bicara (speech delay) dan gangguan tumbuh kembang.
-
Autisme dan down syndrome.
-
Tuna grahita serta gangguan konsentrasi/hiperaktif (ADHD).
-
Serebral palsi (cerebral palsy).
Dorong Fasilitas Memadai dan Dukungan Anggaran
Melihat kontribusi sosialnya yang besar, Komisi I DPRD Barito Utara menilai PAUD Setia sebagai wujud nyata kepedulian kemanusiaan di daerah yang patut dipertahankan dan diperkuat penunjangnya. Kerja keras tenaga pendidik dan terapis di lembaga tersebut harus diimbangi dengan kehadiran regulasi serta bantuan nyata dari pemerintah daerah.
“PAUD tersebut menangani anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, dan ini adalah bentuk kemanusiaan yang luar biasa. Pemerintah wajib hadir dan memastikan mereka mendapatkan dukungan,” tegas Nety.
Ia mendesak agar Dinas Pendidikan Barito Utara dapat mengalokasikan program bantuan yang berkelanjutan, baik dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana yang ramah difabel, pemenuhan alat peraga edukatif, hingga peningkatan kapasitas para pengajar.
Bentuk Kesetaraan Hak Pendidikan di Barito Utara
Penanganan anak berkebutuhan khusus bukanlah sekadar program pelengkap, melainkan bagian dari kewajiban negara dalam menjamin hak pendidikan inklusif bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.
DPRD berharap dukungan berkelanjutan dari Pemkab Barito Utara dapat membuat PAUD Setia tak hanya bertahan, tetapi juga berkembang meluaskan jangkauan pelayanannya. Langkah ini dipandang sebagai bentuk kesetaraan dan pemenuhan hak mendasar bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.
“Memperjuangkan mereka berarti juga memperjuangkan kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat Barito Utara tanpa terkecuali,” pungkas Hj. Nety Herawati.(pra)