PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Api dari lahan kosong kembali menunjukkan ancamannya. Kali ini, kobaran yang membakar lahan di sekitar Jalan Dulin Kandan 3, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, merembet hingga meludeskan rumah warga, Rabu (9/9/2026). Rumah milik Iyung (40) menjadi sasaran kobaran api. Bangunan berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut tak mampu diselamatkan setelah api dari lahan kosong di sekitar lokasi menjalar ke bangunan.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya Alfrianto mengatakan, laporan kebakaran diterima melalui Layanan Panggilan Darurat 112. Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Erin.
Begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Hanya dalam waktu sekitar delapan menit, tim tiba dan langsung melakukan pengecekan sekaligus pemadaman. “Betul, dari rembetan kebakaran hutan dan lahan. Respons waktu tim hanya 8 menit. Begitu tiba di lokasi, anggota langsung melakukan pengecekan dan pemadaman api sekaligus pendinginan agar tidak meluas ke bangunan lain,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
Hasil pengecekan petugas menunjukkan api awalnya membakar lahan kosong. Kobaran kemudian merambat hingga mencapai rumah warga yang berada di sekitar lokasi. “Penyebab terjadinya kebakaran adalah rembetan dari kebakaran lahan kosong yang mengenai bangunan rumah warga,” jelasnya. Untuk menjinakkan api, Disdamkarmat mengerahkan Piket Regu III Mako Damkar dan Piket Regu III Bidang Penyelamatan. Satu unit armada pemadam Hino Ziegler juga diterjunkan ke lokasi.
Penanganan turut dibantu unsur TNI, Polri dan Dinas Kehutanan Provinsi. Petugas tidak hanya memadamkan kobaran, tetapi juga melakukan pendinginan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menyala dan merembet ke area lain. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan penanganan selesai sekitar satu jam. Meski satu rumah ludes terbakar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
“Tidak ada korban luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia. Namun satu unit rumah milik Bapak Iyung habis terbakar,” katanya. Setelah memastikan kondisi di sekitar lokasi aman, petugas melakukan pendataan sebelum meninggalkan lokasi dan kembali ke Pos Mako Damkar. Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa kebakaran lahan dapat berubah menjadi ancaman serius bagi permukiman warga dalam waktu singkat.
Alfrianto mengimbau masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan karhutla, meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika melihat asap atau titik api. “Jangan menunggu api membesar. Hubungi segera Call Center 112 agar kami bisa bertindak lebih cepat. Keselamatan dan kewaspadaan bersama adalah kunci utama. Semoga kejadian serupa tak terulang kembali,” pungkasnya. (oiq)