← Kembali ke https://kalteng.co/

Yansen A. Binti: Kritik Boleh, Jangan Serang Pribadi Gubernur dan Keluarga ?

https://kalteng.co/ • 10 September 2026 14:16
Yansen A. Binti: Kritik Boleh, Jangan Serang Pribadi Gubernur dan Keluarga ?

?PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Maraknya unggahan di media sosial yang menyerang ranah pribadi Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran beserta keluarga mendapat perhatian serius dari tokoh masyarakat adat Kalteng, Yansen A. Binti. ? ? ?

Ketua Umum DPN Gerdayak Indonesia sekaligus Ketua HIPAKAD Kalteng tersebut menilai bahwa kritik terhadap kinerja seorang pemimpin merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, hal itu menjadi tidak etis ketika dibumbui dengan ejekan, penghinaan, hingga serangan personal. ? ? ?

“Apabila bersifat kritik, saya kira wajar. Kita sebagai masyarakat bisa memberikan penilaian kepada pemimpin. Tetapi kalau sudah menyerang pribadi, apalagi dibumbui ejekan dan penghinaan, itu tidak enak kita dengar,” ujar Yansen, Kamis (10/09/2026). ? ? ?

Yansen menegaskan, bahwa masyarakat Dayak menjunjung tinggi etika, moral, dan kearifan lokal. Salah satu falsafah hidup yang harus dipatuhi oleh siapa saja yang berada di Kalimantan Tengah adalah falsafah Huma Betang serta prinsip Belum Bahadat, yang mengajarkan kehidupan beradat dan santun. ? ? ?

“Di Tanah Dayak kita punya prinsip Belum Bahadat dan Falsafah Huma Betang. Kita menghormati siapa saja, bahkan pendatang pun kita hormati, apalagi sesama. Boleh berpendapat, tetapi tidak boleh menyerang pribadi. Itu haram dilakukan di Tanah Dayak,” tegasnya. ? ? ?

Ia juga mengingatkan agar netizen dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh dinamika politik yang mulai memanas menjelang pemilu. Menurutnya, kegaduhan di media sosial justru dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga musibah kabut asap. ? ? ?

“Saya paham mesin politik untuk tahun nanti sudah mulai warming up, sehingga ada sasaran-sasaran politis. Tapi mari kita sudahi, tidak usah diperpanjang. Jangan menambah ‘asap’ kegaduhan dengan hujatan dan penghinaan,” imbau Yansen. ? ? ?

Mengakhiri penyampaiannya, Yansen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi warga negara yang cerdas, bermoral, serta terus menjaga persatuan dan kerukunan. ? ?

?“Mari kita menjadi warga negara yang cerdas dan bermoral, memiliki etika serta sopan santun. Kita punya pertanggungjawaban kepada masyarakat dan Tuhan. Mari saling menghormati suku dan agama, serta tetap bersatu sebagai anak bangsa,” pungkasnya. (pra) ?

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli