KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan dampak serius terhadap kehidupan warga.
Tingginya intensitas kabut asap membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiap mengambil langkah tegas dengan menaikkan status penanganan dari siaga menjadi tanggap darurat karhutla.
Langkah ini diambil mengingat paparan kabut asap mulai mengganggu aktivitas harian hingga mengancam kesehatan masyarakat setempat.
Urgensi Status Tanggap Darurat dan Evaluasi Kualitas Udara
Meningkatnya eskalasi karhutla di Seruyan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat respons di lapangan. Perubahan status menjadi tanggap darurat dinilai krusial agar alokasi sumber daya, personel, dan penanganan teknis kebakaran dapat dilakukan secara lebih masif.
Kondisi buruknya kualitas udara ini juga menjadi perhatian serius Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo. Ia mengungkapkan bahwa aspirasi dari warga serta laporan anggota dewan di Daerah Pemilihan (Dapil) II mencatat adanya penurunan kualitas udara yang cukup mengkhawatirkan.
“Beberapa hari yang lalu saya juga mendapat laporan dari teman-teman di Dapil II berkaitan dengan kondisi udara di wilayah itu. Sudah kami sampaikan juga kepada Pak Sekda agar kondisi tersebut menjadi pertimbangan,” ujar Zuli Eko Prasetyo, Selasa (9/9/2026).
Sektor Pendidikan dan Kesehatan Jadi Perhatian Utama
Dampak kabut asap yang menyelimuti kawasan hulu Seruyan berpotensi mengganggu agenda pelayanan publik, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Menyikapi situasi tersebut, DPRD memintakan Dinas Pendidikan setempat untuk sigap mengevaluasi kondisi di lapangan.
Beberapa poin penting yang didorong oleh pihak legislatif meliputi:
-
Kajian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM): Meminta Dinas Pendidikan segera mengkaji opsi skema pembelajaran (seperti penyesuaian jam sekolah atau pembelajaran jarak jauh) jika kualitas udara terus memburuk.
-
Perlindungan Kesehatan Masyarakat: Menghimbau penyiapan fasilitas kesehatan dan pembagian masker untuk meminimalisasi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
-
Kenyamanan Lingkungan: Mengembalikan kualitas udara bersih agar aktivitas perekonomian dan sosial warga tidak terhindarkan dari dampak berlarut-larut.
Zuli menegaskan bahwa masalah asap bukan sekadar isu ekologi semata, melainkan masalah langsung yang menyentuh kenyamanan hidup warga hulu Seruyan.
Sinergi Bersama dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas di lapangan saat api sudah membesar. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, aparat, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan, kesadaran menjaga kelestarian alam perlu ditanamkan secara berkelanjutan. Generasi muda diimbau untuk mulai mengambil peran aktif melalui tindakan nyata, seperti:
-
Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal untuk menjaga kualitas udara.
-
Tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berisiko memicu titik api baru.
-
Melaporkan titik asap atau api secara cepat kepada pihak berwenang setempat.
Dengan menaikkan status menjadi tanggap darurat dan memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, penanganan karhutla di Kabupaten Seruyan diharapkan bisa lebih cepat teratasi sehingga kualitas udara kembali normal. (fik)