← Kembali ke https://kalteng.co/

Karhutla Kobar Capai 1.800 Hektare, Bupati Minta Helikopter Water Bombing Disiagakan

https://kalteng.co/ • 08 September 2026 06:20
Karhutla Kobar Capai 1.800 Hektare, Bupati Minta Helikopter Water Bombing Disiagakan

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin mengkhawatirkan. Kabut asap pekat masih menyelimuti sejumlah wilayah hampir setiap pagi, mulai kawasan perkotaan hingga pelosok perdesaan.

Kondisi kemarau panjang tanpa guyuran hujan membuat sejumlah titik api sulit dipadamkan. Meski demikian, tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus melakukan upaya pemadaman secara intensif di lapangan. Menyikapi eskalasi Karhutla tersebut, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah agar segera menyiagakan helikopter water bombing di wilayah Kobar.

Menurutnya, dukungan pemadaman dari udara sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas pemadam melalui jalur darat. “Kami terus mendorong Pemprov Kalteng agar armada helikopter bisa bersiaga di Kobar setiap saat. Kami yakin dukungan water bombing dari udara akan sangat efektif dan cepat mengurangi titik api yang masih meluas,” tegas Nurhidayah.

Luas Karhutla Capai 1.800 Hektare

Penanganan Karhutla di Kobar saat ini dilakukan secara masif dan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Bahkan, bantuan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) turut dikerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan. Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Kobar telah mencapai sekitar 1.800 hektare.

Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Kumai dan Arut Selatan. Tim gabungan hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman terhadap tujuh titik api aktif. Konsentrasi kebakaran terbesar berada di ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat upaya penanganan Karhutla, baik melalui pemadaman darat maupun mendorong dukungan operasi udara. Kehadiran helikopter water bombing dinilai dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat penanganan titik api dan menekan meluasnya area terbakar di wilayah Kobar.

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli