PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bersama Pertamina sepakat memperpanjang jam operasional pengisian Pertalite hingga pukul 01.00 WIB di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kebijakan tersebut disepakati setelah Pemko Palangka Raya melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengurai antrean panjang BBM yang dikeluhkan masyarakat, Sabtu (5/9/2026).
Tiga SPBU yang mendapat penugasan khusus yakni SPBU Seth Adji, SPBU Diponegoro, dan SPBU Tjilik Riwut Kilometer 12. Perpanjangan jam layanan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk sekaligus memberikan alternatif waktu bagi masyarakat untuk mengisi BBM.
Sidak dipimpin Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya Berlianto, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perdagangan, serta perwakilan Pertamina. Rombongan meninjau sejumlah SPBU, salah satunya SPBU yang berada di Jalan Imam Bonjol.
Kasatpol PP Kota Palangka Raya Berlianto mengatakan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya untuk merespons antrean BBM yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat. “Peninjauan ini pada dasarnya adalah rapat lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM serta mencari solusi konkret guna mengurai antrean,” ujar Berlianto.
Tiga SPBU Dapat Penugasan Khusus
Berlianto menjelaskan, penugasan khusus kepada sejumlah SPBU merupakan langkah cepat yang disepakati Pemko Palangka Raya bersama Pertamina. “Mulai malam ini ada penugasan khusus di beberapa SPBU, di antaranya SPBU Seth Adji dan Diponegoro. SPBU ini diminta untuk melayani penjualan Pertalite sampai pukul 01.00 WIB dini hari, selain SPBU Tjilik Riwut Kilometer 12 yang sudah melayani 24 jam,” terangnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat membagi kepadatan antrean sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada jam operasional normal. Dari hasil peninjauan, Pemko Palangka Raya menyebut pelayanan di SPBU berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sementara itu, perlambatan antrean yang sempat terjadi di SPBU Jalan Imam Bonjol disebut berkaitan dengan proses teknis pengisian atau pembongkaran BBM dari mobil tangki.
Berlianto juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. “Masyarakat jangan terlalu panik dengan keadaan saat ini. Berdasarkan konfirmasi dan jaminan dari pihak Pertamina, stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi,” tegasnya.
Pemko Palangka Raya bersama aparat gabungan dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi di sejumlah SPBU. Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran, sekaligus mengantisipasi terjadinya penumpukan antrean yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. (aza)