← Kembali ke https://kalteng.co/

?Satukan Ormas dan Paguyuban, Yanto Eko Saputra Nahkodai Forum Kebangsaan Kalteng

https://kalteng.co/ • 06 September 2026 20:50
?Satukan Ormas dan Paguyuban, Yanto Eko Saputra Nahkodai Forum Kebangsaan Kalteng

?PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Keberagaman organisasi kemasyarakatan, paguyuban, dan kerukunan di Kalimantan Tengah dinilai membutuhkan ruang bersama yang mampu menjaga komunikasi sekaligus merawat persatuan. Semangat tersebut menjadi salah satu pijakan dalam Musyawarah Besar (Mubes) Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng Tahun 2026 yang akhirnya menetapkan Yanto Eko Saputra sebagai koordinator baru.
?
?Yanto terpilih secara aklamasi dalam Mubes yang digelar di Ballroom Aurila Hotel Palangka Raya, Minggu (6/9/2026). Ia dipercaya membawa forum tersebut memasuki periode kepengurusan baru dengan fokus memperkuat kebersamaan, membuka ruang kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
?
?Usai ditetapkan sebagai koordinator, Yanto menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah bersama, bukan semata-mata sebuah posisi kepemimpinan. ?Menurutnya, keberhasilan forum tidak mungkin dibangun oleh satu orang. Karena itu, keterlibatan seluruh unsur yang tergabung di dalam Forum Kebangsaan Kalteng menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.
?
?“Saya menyadari tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Saya sangat membutuhkan peran serta, dukungan, kerja sama, kritik, serta saran dari seluruh ormas, paguyuban, dan kerukunan,” ujar Yanto. ?Ia juga menyebut dinamika dan perbedaan pandangan yang muncul selama Mubes merupakan hal yang wajar. Justru dari proses tersebut, kata Yanto, organisasi dapat belajar membangun mekanisme pengambilan keputusan yang lebih dewasa dan terbuka.

?Dalam visi yang disampaikannya, Yanto membawa gagasan menjadikan Forum Kebangsaan Kalteng sebagai organisasi yang solid, inklusif, harmonis, dan berintegritas. ?Untuk mewujudkannya, ia telah menyiapkan enam misi yang menjadi arah kerja kepengurusan ke depan. ?Pertama, memperkuat persatuan dan kebersamaan antarorganisasi melalui komunikasi yang terbuka serta menjunjung sikap saling menghargai.
?
?Kedua, membangun forum yang lebih aktif dan kolaboratif dengan memberikan ruang kepada seluruh organisasi untuk terlibat dalam berbagai kegiatan maupun proses pengambilan keputusan. ?Ketiga, meningkatkan kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan, termasuk toleransi, gotong royong, keadilan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
?
?Keempat, menjadikan forum sebagai ruang dialog dalam membahas berbagai persoalan sosial dan kebangsaan. Diskusi diharapkan mampu melahirkan pandangan yang kritis, tetapi tetap disampaikan secara santun dan konstruktif. ?Kelima, menyusun program kerja yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu berjalan secara nyata dan berkelanjutan sehingga keberadaan forum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
?
?Sedangkan misi keenam diarahkan pada perluasan jejaring dan penguatan sinergi lintas sektor agar Forum Kebangsaan Kalteng dapat meningkatkan kontribusinya dalam kehidupan sosial, kebangsaan, serta pembangunan daerah. ?“Saya tidak menjanjikan semua akan berjalan sempurna, tetapi saya berjanji akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, terbuka terhadap masukan, dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.
?
?
?Ketua Panitia Mubes, Tomu Sibarani, S.T., M.A.P., menjelaskan pelaksanaan Mubes dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat. Panitia mulai bekerja setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pembentukan Panitia dari Pembina Forum pada 25 Agustus 2026. ?Mubes tersebut menjadi momentum untuk mengisi kepemimpinan Forum Kebangsaan Kalteng yang sebelumnya mengalami kekosongan setelah koordinator terdahulu meninggal dunia.
?
?Tomu mengatakan persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga kalangan akademisi. ?“Panitia bekerja dengan cepat, tepat, dan berkoordinasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga akademisi,” katanya.
?
?Ia menyebut terdapat 105 ormas, paguyuban, dan kerukunan yang tercatat memiliki hak suara dalam Mubes. Seluruh rangkaian kegiatan, lanjutnya, dapat terlaksana berkat semangat gotong royong dari para anggota forum. ?Dengan terbentuknya kepemimpinan baru, Tomu berharap Forum Kebangsaan Kalteng tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai mitra kritis dan strategis bagi pemerintah daerah.
?
?Ia menilai setiap keputusan dan kebijakan yang lahir dari forum perlu didukung kajian serta pemikiran yang matang agar memiliki dasar yang kuat. ?“Ke depan, kami berharap setiap keputusan dan perumusan kebijakan di dalam forum dapat dibina secara akademis, memiliki narasi teknokratis, serta berlandaskan pemikiran yang matang,” jelasnya.?
?
?Sementara itu, Pembina Forum Kebangsaan Kalteng, Brigjen Pol (Purn) Andreas Wayan Wisaksono, S.I.K., mengingatkan bahwa keberadaan forum memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antarelemen masyarakat. ?Menurut Andreas, semakin berkembangnya jumlah dan aktivitas ormas, paguyuban, serta kelompok kerukunan di Kalteng harus diiringi dengan komunikasi yang baik. Forum diharapkan menjadi jembatan untuk membangun koordinasi sekaligus mencegah munculnya potensi konflik.
?
?Saat membuka Mubes, Andreas mengungkapkan bahwa salah satu latar belakang pembentukan Forum Kebangsaan adalah kekhawatiran terhadap potensi gesekan antarkelompok masyarakat. ?“Forum Kebangsaan ini terbentuk dari kesepakatan bersama akibat rasa ketakutan saya akan potensi gesekan antarormas di Kalteng. Kita punya catatan sejarah kelam terkait kerusuhan masa lalu yang merugikan semua pihak. Kita tidak ingin hal itu terulang kembali,” ujarnya.
?
?Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Kalimantan Tengah harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Karena itu, nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati perlu terus dipelihara. ?Andreas juga mendorong agar filosofi Huma Betang dan kearifan lokal masyarakat Dayak terus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang terbuka, harmonis, dan mampu menerima perbedaan.
?
?Dengan terpilihnya Yanto Eko Saputra, Forum Kebangsaan Kalteng kini memiliki kepemimpinan baru yang diharapkan mampu mengonsolidasikan kekuatan berbagai organisasi di daerah. ?Kepemimpinan tersebut diharapkan tidak hanya mempererat komunikasi internal, tetapi juga memperluas kolaborasi lintas organisasi untuk menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli