?PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dukungan terhadap para petugas yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus mengalir. Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng bersama sejumlah organisasi masyarakat Dayak dan kalangan swasta turun langsung memberikan bantuan logistik ke sejumlah posko penanganan karhutla.
?
?Aksi solidaritas yang digelar pada 4 September 2026 tersebut melibatkan Gerdayak, Fordayak, Mahasiswa FT UMPR, PINSAR Kalteng, Bank Panin, serta sejumlah unsur swasta lainnya. ?Bantuan kemudian didistribusikan ke sejumlah lokasi yang menjadi titik penanganan karhutla, mencakup wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau hingga Kabupaten Kapuas.
?
?Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 1.000 masker dan 1.000 paket nutrisi yang terdiri atas makanan, vitamin dan air mineral disalurkan kepada para petugas di lapangan.
?
?Bantuan itu ditujukan untuk mendukung kebutuhan para personel yang berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga relawan yang setiap hari menghadapi kondisi berat dalam upaya mengendalikan kebakaran.
?
?Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Umum DAD Provinsi Kalteng Yulindra Dedy bersama Ketua II DAD Kalteng Yansen Binti dan jajaran pengurus lainnya.
?
?DAD Kalteng menilai penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat gabungan. Peran serta masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga adat, dunia pendidikan maupun sektor swasta diperlukan untuk memperkuat upaya bersama menghadapi bencana tersebut.
?
?Karena itu, DAD Kalteng mengajak masyarakat memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing, termasuk membantu memenuhi kebutuhan para petugas yang bekerja di lapangan.
?
?“Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi penanganan karhutla saat ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu mendukung pemerintah dan aparat gabungan dalam mengatasi Karhutla,” demikian pesan DAD Kalteng.
?
?Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam spirit “Kapakat Atei”, yang dimaknai sebagai kebersamaan dan mufakat. Nilai tersebut diharapkan menjadi kekuatan sosial bagi masyarakat Kalteng untuk menghadapi ancaman karhutla secara bersama-sama.
?
?DAD Kalteng juga mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga bumi Tambun Bungai agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas.
?
?Kolaborasi antara lembaga adat, organisasi masyarakat, akademisi dan dunia usaha ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara material, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para petugas yang tengah menjalankan tugas di lapangan. (pra)
?