← Kembali ke https://kalteng.co/

Jangan Diabaikan! 10 Kebiasaan Makan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Jantung

https://kalteng.co/ • 06 September 2026 11:22
Jangan Diabaikan! 10 Kebiasaan Makan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Jantung

KALTENG.CO-Menjaga kesehatan jantung tidak hanya sebatas rajin berolahraga atau menghindari stres. Apa yang Anda konsumsi setiap hari memegang peranan kunci dalam menjaga fungsi sistem kardiovaskular tetap optimal.

Sayangnya, tanpa disadari, banyak kebiasaan makan harian yang terkesan sepele justru berpotensi merusak organ vital ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, pola makan yang tidak sehat dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi), lonjakan kolesterol jahat (LDL), obesitas, hingga gangguan metabolisme yang menjadi pemicu utama penyakit jantung.

Dilansir dari NDTV, berikut adalah 10 kebiasaan makan yang sebaiknya mulai Anda batasi atau hindari demi menjaga kesehatan jantung jangka panjang:

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam (Natrium)

Asupan natrium yang berlebihan dari garam dapur, makanan kaleng, maupun bumbu penyedap dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah sehingga meningkatkan risiko hipertensi dan stroke.

2. Gemar Mengonsumsi Makanan Olahan (Processed Food)

Sosis, kornet, hingga makanan siap saji umumnya mengandung bahan pengawet, natrium tinggi, dan lemak jenuh. Mengonsumsi makanan olahan secara rutin dapat memicu peradangan kronis pada pembuluh darah.

3. Asupan Lemak Trans dan Lemak Jenuh yang Tinggi

Gorengan, mentega, dan makanan berbahan dasar santan pekat kaya akan lemak jenuh dan lemak trans. Jenis lemak ini diketahui dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL), yang memicu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis).

4. Mengonsumsi Minuman Bergula Secara Berlebihan

Minuman kemasan, boba, maupun kopi kekinian yang tinggi gula dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Kebiasaan ini berkontribusi pada resistensi insulin, peningkatan berat badan, serta risiko diabetes—faktor risiko utama penyakit jantung.

5. Jarang Mengonsumsi Serat

Kurangnya asupan serat dari buah, sayur, dan biji-bijian membuat proses pencernaan lemak dan kolesterol dalam tubuh menjadi tidak optimal. Serat sangat dibutuhkan untuk membantu mengikat kolesterol jahat dan membuangnya dari saluran pencernaan.

6. Sering Melewatkan Waktu Makan

Melewatkan waktu makan—terutama sarapan—sering kali menyebabkan rasa lapar berlebihan pada sesi makan berikutnya. Hal ini memicu dorongan untuk mengonsumsi porsi yang lebih besar (overeating) serta makanan tinggi kalori yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.

7. Kebiasaan Mengudap (Snacking) Makanan Manis atau Asin

Mengemil keripik asin, biskuit manis, atau kue kering di sela-sela aktivitas tanpa mengontrol porsi dapat menambah asupan kalori dan gula darah tanpa menyuplai nutrisi yang dibutuhkan oleh organ jantung.

8. Kurang Minum Air Putih

Dehidrasi kronis dapat membuat darah menjadi lebih pekat. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih ekstra untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, yang dalam jangka panjang berpotensi mengganggu kestabilan tekanan darah.

9. Terbiasa Makan dalam Porsi Berlebihan (Overeating)

Makan melebihi kapasitas kenyang membuat tubuh harus mengalihkan energi secara masif untuk pencernaan. Selain itu, kebiasaan ini berkontribusi langsung pada lonjakan berat badan dan tekanan ekstra pada organ kardiovaskular.

10. Mengonsumsi Alkohol Secara Berlebihan

Asupan alkohol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan tekanan darah, memicu gangguan irama jantung (aritmia), serta memperlemah otot jantung (kardiomiopati).

Langkah Kecil untuk Jantung yang Lebih Sehat

Mewujudkan jantung yang sehat tidak harus dimulai dengan perubahan drastis dalam semalam. Anda dapat memulainya dengan langkah-langkah kecil, seperti:

  • Mengganti cemilan manis dengan buah-buahan segar.

  • Mengurangi penggunaan garam saat memasak di rumah.

  • Memperbanyak konsumsi air putih dibandingkan minuman bersoda atau kemasan.

Dengan mengenali dan menghentikan kebiasaan makan yang merusak di atas, Anda telah mengambil langkah nyata dalam melindungi jantung dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli