SUKAMARA, kalteng.co – Bupati Sukamara, Masduki, S.T., tidak hanya menyoroti performa kerja aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap perilaku sosial para abdi negara di tengah masyarakat.
“Seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara harus senantiasa menjaga integritas moral dan membangun empati terhadap masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah gaya hidup, khususnya agar para ASN tidak memamerkan kekayaan di tengah masyarakat,” imbau Masduki.
Ia secara tegas menginstruksikan para ASN untuk menjauhi gaya hidup mewah maupun tindakan flexing, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun melalui platform media sosial.
Menurutnya, sikap tersebut penting untuk dilakukan guna menghindari munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat. ASN sebagai pelayan publik dinilai harus mampu menunjukkan sikap yang sederhana, profesional, serta tetap menjaga kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
“ASN Sukamara wajib bekerja secara profesional dan bebas dari intervensi politik praktis,” tegas Masduki, seraya meminta abdi negara membentengi diri dari berbagai praktik yang dapat mencederai integritas pemerintahan, seperti gratifikasi, suap, dan nepotisme.
Bupati pun menerangkan, pelayanan publik yang ideal harus berjalan secara ramah, cepat, dan tanpa pamrih. Karena itu, setiap keluhan maupun persoalan yang disampaikan masyarakat harus mendapat perhatian dan respons secara cepat.
Respons tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilakukan terhadap pengaduan yang masuk melalui saluran digital. Para ASN juga diminta secara berkala turun langsung ke lapangan untuk melihat dan memahami kondisi riil masyarakat, khususnya masyarakat di lapisan bawah.
“Dengan demikian, keberadaan ASN di tengah masyarakat tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga benar-benar hadir sebagai pelayan publik yang mampu memberikan yang terbaik,” tandasnya. (luk/aza)