← Kembali ke https://kalteng.co/

Puncak Musim Kemarau, DPRD Kapuas Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Karhutla

https://kalteng.co/ • 07 August 2026 08:57
Puncak Musim Kemarau, DPRD Kapuas Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Karhutla

KUALA KAPUAS, Kalteng.co – Menghadapi puncak musim kemarau pada bulan Agustus, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas mendorong pemerintah daerah beserta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan secara lebih intensif guna mengantisipasi munculnya titik api sejak dini.

DPRD Kapuas menilai bahwa kondisi kemarau tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga berdampak langsung pada ketersediaan air bersih serta kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan selama musim kering ini.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas, Yohanes, mengimbau agar kewaspadaan ditingkatkan dengan memperkuat pemantauan di kawasan-kawasan yang rawan terjadi kebakaran. “Memasuki puncak kemarau, kita tidak boleh lengah. Pencegahan harus dilakukan sejak awal agar potensi kebakaran dapat segera diantisipasi,” tegas Yohanes, Kamis (06/08/2026).

Pentingnya Sinergi Antarelemen dan Peran Masyarakat

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Masyarakat memegang peran kunci, terutama dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, hingga pemerintah desa perlu terus diperkuat agar respons di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Yang terpenting bagaimana api tidak sampai membesar. Pemerintah harus siap dengan personel dan sarana pendukung, sementara masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melapor jika menemukan adanya titik api,” ujar Yohanes.

Dampak Karhutla dan Pentingnya Mitigasi Bersama

Yohanes juga mengingatkan bahwa dampak dari karhutla tidak sekadar merusak ekosistem lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu berbagai aktivitas harian masyarakat.

Beberapa langkah kunci yang diharapkan dapat ditegaskan selama musim kemarau meliputi:
1. Pemantauan Rutin: Mengoptimalkan pengawasan di wilayah-wilayah rawan titik api.
2. Kesiapsiagaan Personel & Sarpras: Memastikan tim penanggulangan beserta peralatan pemadam dalam kondisi siap pakai.
3. Edukasi & Partisipasi Warga: Mengajak warga aktif melapor jika menemukan indikasi titik api dan menghindari praktik pembakaran lahan.

Mengakhiri keterangannya, ia berharap seluruh unsur terkait tetap bersiap siaga sepanjang musim kemarau dengan mengedepankan langkah pencegahan. “Mitigasi harus menjadi gerakan bersama. Kalau semua pihak memiliki kepedulian dan kewaspadaan, risiko karhutla bisa ditekan,” pungkasnya. (yud)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli