CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Dugaan keracunan yang menimpa sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seruyan mendapat perhatian DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wakil Ketua DPRD Kalteng Muhammad Ansyari meminta informasi mengenai kejadian tersebut terlebih dahulu diverifikasi secara menyeluruh, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, kepastian mengenai penyebab insiden penting agar tidak muncul kesimpulan yang keliru sebelum pemeriksaan selesai.
Apabila terbukti berkaitan dengan menu MBG, investigasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui sumber persoalan.
Pemeriksaan juga harus menentukan apakah kejadian disebabkan kelalaian dapur penyedia, pelanggaran standar operasional atau faktor lainnya.
DPRD menilai Badan Gizi Nasional memiliki prosedur penanganan yang dapat digunakan ketika terjadi dugaan insiden pada dapur MBG.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghentikan sementara operasional dapur selama proses investigasi berlangsung.
Apabila ditemukan pelanggaran, sanksi juga harus diterapkan secara tegas.
Menurut Ansyari, mekanisme sanksi dapat berkembang dari penangguhan operasional hingga pencabutan izin apabila terbukti terjadi kelalaian serius.
DPRD menegaskan evaluasi tersebut bukan untuk menghentikan program MBG secara keseluruhan.
Pengawasan justru diperlukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan, kesehatan dan kualitas.
Program MBG dinilai memiliki tujuan penting, namun pelaksanaannya harus dibarengi sistem pengawasan yang kuat agar kejadian serupa dapat dicegah.