← Kembali ke https://kalteng.co/

DPRD Barito Utara Desak Perusahaan Proaktif Tangani Karhutla

https://kalteng.co/ • 08 October 2026 12:15
DPRD Barito Utara Desak Perusahaan Proaktif Tangani Karhutla

MUARA TEWEH, Kalteng.co – DPRD Kabupaten Barito Utara meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau.

Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan sekecil apa pun titik api. Dalam kondisi cuaca kering, api dapat dengan cepat membesar dan meluas.

“Jangan pernah meremehkan api sekecil apa pun. Dalam kondisi cuaca yang mengering seperti saat ini, percikan kecil bisa dengan cepat berubah menjadi musibah besar. Jika melihat api, segera laporkan agar cepat ditangani,” ujar Patih Herman, Selasa (8/9).

Ia meminta masyarakat segera melaporkan setiap titik api kepada aparat desa atau pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin. Respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan semakin sulit dikendalikan.

Selain mengharapkan peran masyarakat, Patih Herman juga menyoroti keterlibatan perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan karhutla, khususnya sektor perkebunan dan pertambangan.

Menurutnya, perusahaan harus proaktif memberikan dukungan dalam upaya pencegahan maupun pemadaman karhutla, terutama apabila kebakaran terjadi di sekitar wilayah operasionalnya.

“Semua pihak wajib mendukung upaya pemadaman, apalagi perusahaan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Perusahaan harus proaktif mengerahkan alat berat untuk membuat sekat bakar agar api tidak terus meluas,” tegasnya.

Ia juga mendorong perusahaan memberikan dukungan logistik dan perlengkapan kepada para relawan pemadam kebakaran yang bertugas di lapangan.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus menunjang keselamatan para relawan.

Patih Herman menegaskan, dampak karhutla berupa kabut asap hingga kerusakan ekosistem dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Karena yang terkena dampak itu kita semua, maka penanganannya pun harus dipikul dan didukung secara gotong royong oleh seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan,” pungkasnya.(aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli